TESTIMONI

SENO RADYA JAYANARDANA (Lulus 2001)

radya

Kami sebagai orang tua dari Radya sangat bersyukur dan berterima kasih pada Pelita Hati karena Radya mendapatkan tempat pendidikan yang baik dan tepat bagi perkembangan diri dan jiwanya. Pada masa kanak-kanaknya, Radya berkembang menjadi anak yang mandiri, bertanggung jawab, dan sangat pandai bersosialisasi baik dengan teman-teman sebaya maupun dengan mereka yang berusia lebih tua dan dewasa.

Pelita Hati pantas mendapat acungan jempol karena telah berhasil mendidik anak sesuai dengan perkembangan individu, dan sangat istimewa karena memiliki banyak alat peraga yang tidak dimiliki oleh TK yang lain, baik itu permainan yang canggih, misalnya komputer, maupun dengan peralatan yang sederhana namun sangat edukatif, dengan percobaan-percobaan (science) yang sangat menarik, dan kegiatan-kegiatannya yang lain misalnya “Red Day”, “Pajamas Day”, dll.

Sekali lagi terima kasih kepada Pelita Hati bersama pimpinan dan seluruh gurunya, dan saya rekomendasikan sekolah ini pada orang tua murid yang akan memasukkan anaknya di TK. Bravo Pelita Hati!

 

 

NISHANT MEHROTRA (Lulus 2001)

nishant

 

My son, Nishant, was studying at Pelita Hati for a period of about 16 months and during this period he learnt many basic things such as numbers, addition, subtraction as well as spellings of three letter words in a very playful and effective way. Teachers are so skilled and affectionate there, they also taught the child how to coordinate with other friends and how to share things and many more behavioral matters. Overall it was advantageous for me to send my son there, I’ll be always grateful to the teachers.

 

 

 

ANGELA BIANCA BALLHEIMER (Lulus 2002)

angela

 

Pelita Hati teaches the children with love. The children enjoy all activities they have. The teachers support them to improve. With Montessori as a basic system for education, we can see that it is effective enough for the children to learn. Success for Pelita Hati and the children who have the opportunity join.

 

 

 

 

ALEXIS GIGUERE (Lulus 2002)

alexis

 

 

It is with pleasure that we enrolled our son to Pelita Hati. After a year, he found friends of many different cultures that all can understand each other and share together, probably better than adults do among them. He also finds an adequate education program that will make him ready for the higher level he will have to attend later here or overseas.

We think that it is a good opportunity that we have found a nice little Montessori school not far from our home in Semarang. Finally, we know that when our son, Alexis, is at school, he is in good hands.

 

 

 

LEON JAYAKUSUMA (Lulus 2008)
2Leon: “Selama di Pelita Hati, aku belajar banyak hal dengan sangat menyenangkan. Pelajaran membaca, menulis, matematika dan science menjadi sangat menyenangkan karena dilakukan sambil bermain. Di sini para guru mengarahkan dan mendidik anak pada tingkatan yang berbeda-bea tergantung kemampuan anak.

Cara pendidikan di Pelita Hati yang kata mama dinamai “Montessori System” telah banyak bermanfaat bagiku. Kakak-kakakku yang pernah belajar di sini juga mendapatkan manfaat yang sangat besar dari cara pengajaran di Pelita Hati. Kakakku Edo Jayakusuma sekarang di SD X.

Kakakku Henry Jayakusuma yang saat ini duduk di SD kelas 4, ditunjuk mewakili Provinsi Jawa Tengah dalam seleksi Lomba Matematika Nasional IMSO 2008. Kata Kak Henry kalau dulu dia tidak belajar di Pelita Hati, mungkin prestasinya tidak sebagus sekarang.”

 

SEAN R HARDJANTO (Lulus 2008)

5

Sean was a very quiet boy when he first enrolled in Pelita Hati. We are very glad that he has become an outgoing and inquisitive child now. The school has taught him many basic practical skills like cleaning and washing. He also learnt higher skill required work like sewing, making juice and so on.

As for the academic aspect, Pelita Hati had taught him Mathematics, English, Bahasa Indonesia, Science and some basic Mandarin.

All the materials that he learnt in Pelita Hati gave him a good foundation for his entrance to primary school. Sean did well on his primary school entrance and we credit that to all teachers in Pelita Hati. The Montessori system taught him academic knowledge and behavioral capabilities all in a fun and playful way. We are glad that we chose Pelita Hati.

 

FILBERT LIFAUSTIN ARIANTO (Lulus 2009)
9Pertama masuk sekolah Filbert belum bisa berbicara, hanya bisa menunjuk, tapi dia tahu apa yang kita perintahkan. Padahal di Pelita Hati saya melihat anak-anak berusia satu dua tahun di atas usianya telah pandai menari, menyanyi, membaca puisi dalam bahasa Inggris. Waktu itu dalam hati saya mengatakan: Apa anak saya bisa seperti itu? Anak-anaknya begitu pintar. Ternyata setelah 2 minggu Filbert sekolah di Pelita Hati, anak saya bisa berbicara, sangat cerewet dengan perbendaharaan kata yang saya sendiri heran darimana dia bisa tahu.

Kini 4 tahun telah berlalu, anak saya telah selesai bersekolah di Pelita Hati. Banyak ilmu yang telah dia dapat. Dulu dalam hati saya mengatakan apakah anak saya bisa, kini semua sudah terjawab. Anak saya sekarang bisa melakukan semuanya. Dari menulis, membaca, berhitung, menyanyi, menari, baca puisi, sampai mengenal planet, mengenal benua, mengenal bendera negara, dan masih banyak lagi. Dan satu hal lagi yang selalu saya ingat, anak saya selalu mengatakan “UNTUNG MAMI MENYEKOLAHKANKU DI TK PELITA HATI, ENAK LHO…” Dan kalau badannya tidak enak pun, dia tetap selalu ingin berangkat sekolah. Kalau pulang sekolah, tidak ingin cepat dijemput. Sekolah tempat yang sangat menyenangkan untuk anak saya.

Tidak ada kata yang dapat kami ucapkan selain ucapan terima kasih dari hati kami yang paling dalam kepada Pelita Hati, dan kepada seluruh guru dan staffnya. Kami selalu mendoakan agar Pelita Hati dapat semakin maju dan berkembang, dan semakin banyak anak yang dapat merasakan manfaatnya.

 

GILBERT DJUHADI (Lulus 2011)
3Mulanya saya tidak bermaksud untuk menyekolahkan Gilbert di Pelita Hati karena saya ingin Gilbert sekolah di TK X. Pada awal masuk TK X, Gilbert sudah menunjukkan gejala kalau dia tidak suka sekolah di situ. Saya kira gejala itu wajar, namanya baru sekolah mesti ada rewel sedikit. Tapi penilaian saya keliru, Gilbert semakin berontak dan tidak bisa dinasehati. Singkat kata, Ibu Wali kelas memanggil saya dan beliau angkat tangan terhadap Gilbert. Saya menjadi bingung mau disekolahkan kemana anak saya. Kemudian terlintas nama Pelita Hati.

Saat saya bertemu dengan pengajar di Pelita Hati dan dijelaskan bagaimana cara mengatasi anak seperti Gilbert yang aktif dan tidak bisa duduk diam, saya merasa sreg untuk menyekolahkan Gilbert di Pelita Hati. Para pengajar sangat sabar, bisa mengendalikan murid-murid yang aktif tanpa menggunakan kekerasan. Mereka juga bisa memahami setiap sifat dari murid-muridnya sehingga tahu bagaimana menghadapi mereka. Lingkungan sekolah juga bersih dan nyaman. Pelajaran yang diajarkan beragam, disesuaikan dengan usia anak. Pelita Hati is the best.

 

JOSEPHINE CHANDRA (Lulus 2012)
josephineSaya sangat berterimakasih kepada Pelita Hati yang telah membimbing putri saya Josephine selama 3 tahun.

Pertama datang ke Pelita Hati, Josephine berumur 2,5 tahun. Masih belum mandiri, tidak mau berpisah dari saya dan selalu menangis. Dengan kesabaran guru-guru di Pelita Hati, perlahan-lahan Josephine belajar mandiri, lepas dari saya.

Pendidikan yang diberikan di Pelita Hati sangat lengkap, mulai dari menyanyi, brain games, flash cards, olah raga dll, semua disesuaikan dengan kemampuan masing-masing anak.

Saya sendiri tidak pernah kursus special mengajari Josephine membaca/menulis dan berhitung, apalagi sampai les baca-tulis dan matematika. Semua Josephine bisa dari sekolah.

Yang paling berkesan buat saya, pelajaran di Pelita Hati sangat lengkap. Ada Geografi, Sejarah, Field-trip, praktek kehidupan sehari-hari seperti menyeterika baju, mandi dll.

Saya sangat merekomendasikan Pelita Hati untuk pendidikan anak usia dini karena apa yang diajarkan disana sangatlah penting untuk pertumbuhan anak-anak di usia emas.

 

AURELL KUNTJORO (Lulus 2013)
1Waktu Aurell berumur 2 tahun, saya berkeinginan mensekolahkannya, waktu itu saya belum mempunyai pandangan sekolah mana yang cocok untuk Aurell. Kebetulan di dekat rumah ada sekolah Pelita Hati dengan menggunakan sistem pembelajaran Montessori.

Awalnya saya ikutkan trial yang diadakan di sekolah selama 3 hari. Ternyata Aurell senang dengan sistem pembelajarannya karena dia dapat bebas beraktivitas, bermain, bernyanyi, berpendapat, dll, tanpa disadari kalau dia telah banyak belajar dari aktivitas-aktivitasnya (belajar sambil bermain). Selain itu, nilai tambah sekolah Pelita Hati adalah sistem bilingual yang membuat anak saya mengenal bahasa lain selain Bahasa Indonesia.

Dengan berjalannya waktu, saya menilai perkembangan Aurell sangat pesat. Aurell dapat bernyanyi dan berbicara dalam Bahasa Inggris, membaca, menulis, berhitung, dll. Itu dikarenakan sistem pembelajaran yang disesuaikan dengan kemampuan anak dalam memahami pelajaran tanpa terbatasi oleh usia.

Saya senang mensekolahkan Aurell di Pelita Hati dengan sistem pembelajarannya, anak dapat lebih mandiri, berani dalam berpendapat dan beraktivitas. Maka dari itu saya tidak ragu mensekolahkan anak saya yang kedua, Emerson, di Pelita Hati. Pelita Hati is for everyone, especially for my children.

 

RAYYAN RADITYA (Lulus 2014)
rayyanRayyan termasuk anak yang sangat aktif sehingga saat masuk di classical playgroup, banyak terjadi masalah dan kendala. Salah satu rekomendasi dari psikolog tersebut adalah agar kami mencarikan playgroup dengan metode montessori, dan salah satu dari beberapa rekomendasi tersebut adalah di Pelita Hati.

Setelah kami melakukan trial dan mempertimbangkan dari beberapa pilihan yang ada, kami mengambil pilihan untuk menempatkan Rayyan di Pelita Hati. Saat itu Rayyan berusia 2,5 tahun dan masih ada kendala di kemampuan verbal. Saat kami berkonsultasi dengan pembimbing di Pelita Hati, mereka akan membantu untuk meningkatkan kemampuan verbal Rayyan, dan dalam waktu yang tidak lama kemudian Rayyan sangat signifikan sekali perubahan kemampuan verbal nya.

Kelebihan lain adalah dalam English, kami cukup surprised mengenai perkembangan kemampuan English Rayyan. Saat ini Rayyan sudah SD kelas 1, dan pelajaran yang dia dapat di kelas saat ini sudah sangat tersiapkan saat Rayyan mendapatkan di Pelita Hati, terutama dalam pelajaran English, Math dan Science. Kami sebagai orangtua yang mempercayakan Pelita Hati untuk mendidik Rayyan selama 4 tahun merasa sangat puas dan sangat merekomendasikan Pelita Hati.

 

ARKA PINANDITA (Lulus 2015)
8Masing-masing anak memiliki kepribadian yang unik, yang berbeda satu dengan lainnya. Tidak ada anak yang “bodoh”, semua anak pasti memiliki keunggulan dan mempunyai keistimewaannya sendiri. Hanya kadang kita sebagai orang tua kesulitan untuk menemukannya.

Dimulai dari Grup Bunny (playgroup) pada pertengahan tahun 2012, Arka resmi terdaftar sebagai murid di Pelita Hati. Kami sebagai orang tua amat bahagia karena Arka berkembang dengan sangat baik, dan yang paling penting adalah Arka sangat bersemangat untuk berangkat ke sekolah, berarti dia mendapatkan apa yang dia butuhkan (sebagai seorang anak) untuk bermain dan gembira di sekolah. Hal tersebut membuat kami optimis bahwa Arka mendapatkan pendidikan yang tepat di sekolahnya.

Dengan berjalannya waktu, kami melihat Arka semakin maju, tanpa kami sadari dia bisa banyak bercerita mengenai hewan, serangga, buah, sayuran, dan mengucap beberapa kata dengan Bahasa Inggris dan Mandarin. Bahkan dia mulai suka menonton film anak-anak berbahasa Inggris di Indovision dan mengerti isi percakapannya hanya dengan mendengar.

Menginjak TK B, lagi-lagi kami merasa kagum dengan perkembangannya. Arka mulai mengucapkan kalimat sederhana dalam Bahasa Inggris, hal itu sangat membuat kami bangga. Apalagi setelah Arka bisa membaca, menulis dan berhitung, meskipun kami sadar bahwa usia prasekolah mestinya belum perlu untuk mengerti baca, tulis, hitung.

Bersekolah di Pelita Hati, Arka mendapatkan apa yang dia butuhkan sebagai seorang anak, dan dia gembira menjalani pendidikannya sejak hari pertama sekolah. Arka mendapatkan pendidikan tidak hanya di ruang kelas, namun juga sering mengikuti “field trip” yang selalu diadakan secara periodik, dan field trip adalah acara yang amat Arka tunggu.

Di rumah, Arka menjadi anak yang tumbuh dengan percaya diri tinggi, tidak pemalu, mudah mendengarkan nasihat dan mudah berkomunikasi. Arka selalu bangga menceritakan kegiatannya di sekolah, persahabatannya dengan teman-temannya dan pengajarnya.

Kami bersyukur kepada Tuhan bisa memberikan pendidikan terbaik untuk Arka, kami bangga dengan cara pendidikan di Pelita Hati. Kami berterimakasih kepada staff dan pengajar yang telah memberikan kasih sayangnya untuk Arka dan membuat Arka senantiasa gembira. Semoga semakin banyak anak mendapatkan pendidikan sesuai “keunikan dan keistimewaannya” di Pelita Hati.

 

FANUEL LIESTIANTO (Lulus 2016)

Fanuel

 

 

Saya ucapkan terima kasih yang tulus kepada sekolah Pelita Hati kalau selama ini anak saya dibimbing dan diperhatikan dengan sangat baik sehingga anak saya Fanuel dapat memperoleh keberanian, kepercayaan diri dan bahkan sangat enjoy saat sekolah. Berkat kesabaran dan perhatian yang baik dari para guru dan metode pengajaran yang mudah dimengerti anak-anak membuat Fanuel mudah memahami pelajaran yang diberikan. Saya merasa senang dan aman selama Fanuel sekolah di Pelita Hati. I love Pelita Hati Montessori School. Thank you soo much.