TENTANG KAMI

pelita-14

Aku mendengar dan aku lupa. Aku melihat dan aku ingat. Aku melakukan dan aku mengerti. – Konfusius

outside2012Di kebanyakan TK tradisional, anak-anak usia balita dituntut untuk duduk di belakang meja dan belajar secara pasif melalui papan tulis dan buku. Mereka dididik berdasarkan kurikulum tertentu dan semua anak diharapkan untuk menguasai pelajaran dalam jangka waktu yang sama dengan mengesampingkan kemampuan masing-masing anak. Hal ini pada umumnya berujung pada rasa frustasi yang dialami anak-anak dengan daya tangkap cepat, sedangkan anak-anak yang lebih lambat dalam memahami pelajaran akan merasa tertinggal. Selain itu, TK non-Montessori cenderung berfokus hanya kepada ilmu akademis, seperti kemampuan berhitung dan mengenal warna, sedangkan aspek-aspek perkembangan lain sering kali diabaikan.

Pelita Hati Montessori School (PHMS) adalah sebuah sekolah Montessori di Semarang, Indonesia. Sebelumnya dikenal dengan nama TK Pelita Hati, PHMS didirikan tahun 1994 untuk memenuhi kebutuhan akan taman kanak-kanak di Semarang yang memberikan anak-anak kesempatan untuk mengeksplorasi rasa ingin tahu mereka, serta membantu mereka mempelajari bukan hanya ilmu akademis, namun juga ketrampilan sosial, praktis dan emosional. Pada awalnya, PHMS mulai memasuki dunia pendidikan dengan menawarkan program Kelompok Bermain dan Taman Kanak-Kanak. Dikarenakan oleh respon positif dari orang tua murid, level Sekolah Dasar (P1 – P6) ditambahkan ke program kami pada tahun 2012.

PHMS mengimplementasikan sistem pendidikan yang unik, di mana anak-anak didorong untuk menjadi siswa yang aktif dalam belajar dan untuk menuruti minat individu mereka. Lingkungan belajar-mengajar kami memungkinkan anak-anak untuk membentuk disiplin diri dan memperoleh pengertian tentang apa yang diajarkan melalui pengalaman mereka sendiri.

Di PHMS, rencana pembelajaran individu membolehkan anak-anak untuk belajar sesuai dengan kemampuan dan kecepatan masing-masing; anak-anak yang dapat menyerap pelajaran dengan cepat didorong untuk melanjutkan ke materi pelajaran yang lebih menantang, sedangkan guru-guru akan menyediakan pertolongan khusus untuk membantu anak-anak yang lebih lambat belajar sesuai dengan kebutuhan mereka.

Sistem pembelajaran dwi bahasa (Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia) juga diterapkan karena kami menyadari pentingnya belajar Bahasa Inggris sejak usia dini.